Hoshin Kanri : David H


Get the Flash Player to see this player.

time2online Extensions: Simple Video Flash Player Module
Indonesia HR Forum

In order to view this object you need Flash Player 9+ support!

Get Adobe Flash player
Joomla! Slideshow
Home HRM for Executive

 

MENINGKATKAN KINERJA USAHA MELALUI TENAGA KERJA.

Oleh: Simon J. Sibarani / Trainer & Consultant HRM

Pada umumnya, dunia usaha dan management telah mengakui bahwa tenaga kerja adalah merupakan faktor penting untuk meningkatkan kinerja usaha, bahkan untuk meningkatkan daya saing perusahaan. Akan tetapi, sejauh mana pemahaman dunia usaha dan manajemen tentang implementasi jargon tersebut?

Kenyataannya, sampai sekarang ini sikap pengusaha masih cenderung memperlakukan tenaga kerja hanya sebagai faktor biaya dan faktor pelengkap, sehingga perlakukan terhadap tenaga kerja lebih cenderung mengedepankan reward dan punishment, serta menekankan agar tenaga kerja bersikap patuh terhadap peraturan dan undang undang.

Maka, melalui tulisan ini, saya ingin menggambarkan, bagaimana memperlakukan tenaga kerja agar menjadi faktor keunggulan perusahaan, bahkan menjadi modal yang lebih berharga ketimbang modal uang. Namun, untuk lebih jelasnya, mari kita telusuri perkembangan paradigma dan konsep tentang pengelolaan SDM (tenaga kerja), yang mengikuti kesadaran dan hipotesa yang berkembang dalam dunia manajemen SDM.

Terakhir Diupdate (Jumat, 12 April 2013 21:39)

Selanjutnya...

 

 

BAGAIMANA MEMPERSIAPKAN HR SYSTEM UNTUK PERUSAHAAN BARU?

 

“Saishu teki ni ningen no mondai desu” (pada akhirnya, manusia juga yang berperan) demikiam ungkapan yang sering dilontarkan oleh para management Jepang di dalam membahas pengelolaan usaha mereka.

Bahwa memang, pada setiap proses pekerjaan di dalam perusahaan, tidak mungkin terlepas dari campur tangan manusia (karyawan) untuk melaksanakannya. Baik atau tidaknya hasil pekerjaan, adalah tergantung manusia yang mengerjakannya, dan oleh karena itu, baik atau tidaknya kinerja perusahaan, adalah tergantung pada seluruh perilaku kerja karyawan,

Berkaitan dengan hal ini, maka yang menjadi pemegang peran penting adalah HR Management.

Terakhir Diupdate (Jumat, 12 April 2013 21:39)

Selanjutnya...

 

Membaca judul diatas, mungkin saja banyak yang kaget. Pekerja kalau bisa diupah murah, kok menjadi bumerang bagi dunia usaha?. Sudah sejak lama, yang menjadi paradigma umum di Indonesia adalah, bahwa agar perusahaan mampu bersaing, harus menekan biaya tenaga kerja (labor cost), dan untuk itu kalau bisa, upah pekerja harus ditekan semurah mungkin. Paradigma ini bisa diterima dan menjadi keyakinan umum, adalah karena pada umumnya dunia usaha kita masih terbiasa berpikir untuk kepentingan sendiri-sendiri, jarang yang berpikiran luas pada saat berhadapan dengan perbedaan kepentingan. Terlebih lagi, sejak masa awal digalakkannya promosi penenaman investasi di Indonesia, yang menjadi slogan yang ditawarkan adalah buruh upah murah di Indonesia, Tetapi saya mau mengajak kita semua untuk berpikir, apakah memang benar demikian?

Terakhir Diupdate (Jumat, 12 April 2013 21:41)

Selanjutnya...

 

 

Sen, 18 April, 2011 07:09:36

[Ihr_forum] Wawasan bisnis

Dari : Simon Sibarani

Kepada : Alamat e-mail ini diproteksi dari spambot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya

Selamat pagi rekan. Senin pagi yang cerah bukan?......

Konsep terkini dari para pakar HR Management mengatakan bahwa setiap praktisi HR harus memahami "core of business" perusahaan agar dapat menselaraskan (alignment) HR Strategy terhadap Business Strategy

Namun, masalah sebelumnya adalah, sejauh mana kita memiliki wawasan bisnis?

Berikut saya mencoba mengemukakan studi kasus tentang bisnis, kasusnya benar benar terjadi.

Pada waktu kunjungan saya ke Tokyo pada tahun 1993, seorang teman lama, keturunan Indonesia yang sudah menjadi warga negara Jepang, memperkenalkan saya pada seorang pakar phisika, namanya Norio Mori, pendiri dan pemilik usaha Mori Tokyo Technical Laboratory. Beliau adalah salah seorang anggota tim "peracik" lempengan kulit luar dari pesawat luar angkasa Challenger.

Pada waktu perbincangan kami, beliau mengatakan bahwa blok mesin mobil sebenarnya lebih bagus dibuat dari keramik, karena sama kuatnya dengan metal baja, tetapi lebih tahan terhadap panas dan lebih ringan, sehingga dapat lebih menghemat bahan bakar.

Setelah itu, beliau mengatakan lagi bahwa semua peralatan elektronik bisa dibuat tahan seumur hidup (life time cyclenya tidak akan berakhir). Dan berdasarkan teorinya tersebut, menjelang tahun 1990, beliau memproduksi aki mobil yang tahan seumur hidup.

Setelah dipasarkan, para konsumen tentu sangat gembira menerima kehadiran produk tersebut. Akan tetapi, segera setelah itu, para produsen aki mobil lainnya mengajukan gugatan ke pengadilan, menuntut agar produksi aki mobil tahan seumur hidup tersebut dihentikan.

Anehnya, walau semua konsumen senang menerima kehadiran aki mobil tahan seumur hidup tersebut, akan tetapi, pengadilan menyetujui gugatan para produsen aki lain, yaitu, memerintahkan agar produksi aki mobil tahan seumur hidup tersebut dihentikan.

Terakhir Diupdate (Jumat, 12 April 2013 21:40)

Selanjutnya...

 

Sungguh, saya harus jujur mengakui bahwa saya beruntung mengikuti berbagai forum diskusi HR. Karena melalui forum diskusi tersebut saya dapat menemukan, masalah aktual yang sedang dihadapi oleh rekan praktisi HR, dan hal itu membantu saya menemukan ide atau inspirasi tentang hal apa yang sebaiknya saya tulis.

Kali ini saya ter-inspirasi oleh pertanyaan seorang rekan yang menanyakan atau meminta pendapat forum, tentang bagaimana caranya menarik Top Talent ke dalam perusahaan. Dari berbagai pendapat yang muncul, saya lalu melihat adanya kerancuan pendapat tentang kriteria Top Talent.

Terakhir Diupdate (Sabtu, 25 Agustus 2012 07:48)

Selanjutnya...

 

DIMANAKAH SEBAIKNYA POSISI HR MANAGEMENT?

Oleh: Simon J Sibarani


Saya menampilkan tulisan ini dengan harapan akan mengundang pemikiran yang mengarah pada tercapainya kesepahaman (konsensus) atas posisi HR Management, dan dengan demikian, proses pelaksanaan fungsi dan tugas HR Management akan menjadi lebih efektif pada masing-masing perusahaan.

Hal ini saya anggap perlu, karena sampai sekarang ini, belum ada keseragaman pemahaman, baik di kalangan praktisi HR sendiri, khususnya di kalangan Top Management, tentang penempatan fungsi HR dalam struktur organisasi, dan hal ini membuat proses pelaksanaan fungsi dan tugas HR Management menjadi kurang efektif, bahkan para petugas atau praktisi HR pun mengalami kesulitan, bahkan ada yang menjadi frustrasi.

Terakhir Diupdate (Jumat, 12 April 2013 21:41)

Selanjutnya...

 
Artikel Lain...
Polls
Informasi yang dicari?
 
Kunjungan Sejak 1 Des '10
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday109
mod_vvisit_counterYesterday265
mod_vvisit_counterThis week1291
mod_vvisit_counterLast week2105
mod_vvisit_counterThis month8229
mod_vvisit_counterLast month10159
mod_vvisit_counterAll days151449

We have: 8 guests online
Your IP: 54.234.231.49
 , 
Today: Mei 24, 2013