5-S FOR LEAN MANUFACTURING
5 S For LEAN MANUFACTURE
Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu. Sitsuke = Ringkas, Rapih, Resik, Rawat, Rajin
Pundamental for Implementation of Lean & Productivity
Trainer / Fasiltator :
1. Drs. Simon J Sibarani
2. Ismail Kurnia, ST, MT
Target:
1. Peserta memahami dengan tepat dan benar tentang prinsip dan proses 5 S sebagai langkah awal yang harus dilakukan di dalam rangkaian perbaikan berkesinam- bungan (KAIZEN).
2. Peserta memahami prinsip dan aturan apa yang harus di-implementasikan, agar proses 5 S secara alami menjadi budaya kerja di dalam perusahaan.
Gambaran ringkas:
5 S adalah merupakan salah satu konsep kerja Jepang yang menjadi populer di luar Jepang.
Mengapa demikian?
Karena implementasi 5-S memberi hasil yang sangat berbeda dalam perbaikan tempat kerja, baik dari sudut keselamatan kerja (hyperkes) maupun dari sudut kenyamanan kerja yang terbukti dapat meningkatkan stamina kerja karyawan. Dan yang lebih penting adalah, hasil implementasi 5-S dapat mempermudah penemuan potensi masalah dan sekaligus mempermudah upaya pencegahan masalah (resiko) di tempat kerja, dan ujung-ujungnya meningkatkan efisiensi dan efektifitas (produktivitas) kerja.
Memang, kegiatan dan proses 5 S adalah merupakan suatu proses multi flyer effect (multi guna), tidak hanya sekedar untuk perbaikan produktivitas, akan tetapi juga untuk keselamatan dan kesehatan kerja, bahkan mampu menciptakan suasana senang dan nyaman bagi karyawan dalam melakukan pekerjaannya. Itu sebabnya, gerakan 5S disukai oleh semua pihak, baik karyawan maupun manajemen.
Namun, banyak penyampaian yang tidak dilandasi pemahaman yang benar tentang latar belakang munculnya gerakan 5 S di Jepang, karena hanya berlandaskan literatur dan training yang pernah diikuti. Oleh karena itu, penyampaiannya hanya pada metode kerjanya, tetapi tidak menyentuh filosofi (budaya) kerjanya.
Kami melihat dan mengikuti kegiatannya secara langsung di Jepang pada tahun 1971-1974, yang pada awalnya dikenal hanya sebagai 2 S (Seiri-seiton), sama halnya dengan budaya di Indonesia yg diungkapkan dengan: ayo, mari kita bersih-bersih!. Namun, karena budaya (filosofi) KAIZEN yang melekat pada setiap tenaga kerja Jepang, konsepnya berkembang, kini mejadi 5 S.
Dengan pemahaman itulah, kami akan memberikan penjelasan dengan ulasan yang lebih tepat, lebih lugas, bahwa gerakan 5 S adalah aktivitas yg mutlak dilakukan pada proses perbaikan berkesinambungan, dan memang seharusnya di-lakukan walau pun bukan dalam rangka gerakan KAIZEN, Karena hasil gerakan 5 S, selain menciptakan tempat kerja yang rapih, bersih dan nyaman, sekaligus juga dapat menampilkan masalah tersembunyi, sehingga dapat menemukan “apa yang harus diperbaiki”.
Implementasi 5-S dapat mempermudah penemuan potensi masalah dan sekaligus mempermudah upaya pencegahan masalah (resiko) di tempat kerja, sehingga dapat meningkatkan efisiensi dan efektifitas (produktivitas) kerja.
Kegiatan dan proses 5 S adalah merupakan suatu proses multi flyer effect (multi guna), tidak hanya sekedar untuk perbaikan produktivitas, akan tetapi juga untuk keselamatan dan kesehatan kerja, bahkan mampu menciptakan suasana senang dan nyaman bagi karyawan dalam melakukan pekerjaannya. Itu sebabnya, gerakan aktivitas 5S harus melibatkan semua pihak, baik karyawan maupun manajemen.
Out line :
· Konsep dasar & Pengertian 5S / 5R
· Konsep dasar & Implementasi S1 / R1 ( Ringkas --- Seiri )
· Konsep dasar & Implementasi S2 / R2 ( Rapi ------- Seiton )
· Konsep dasar & Implementasi S3 / R3 ( Resik------- Seiso )
· Konsep dasar & Implementasi S4 / R4 ( Rawat------ Seiketsu)
· Konsep dasar & Implementasi S5 / R5 ( Rajin ------ Shitsuke)
Durasi Waktu : 1 hari @ 8 jam
Metode Pelatihan : Ceramah, diskusi dan simulasi di tempat kerja
Sasaran Peserta : Staff, Leader lapangan, supervisor, dan Manager
Terakhir Diupdate (Minggu, 24 Februari 2013 14:57)











