SELAMAT DATANG DI YOSIBARA CONSULTANT - INDONESIA HR FORUM
Industri Manufaktur Jepang mulai Pulih
Industri Manufaktur Jepang mulai Pulih Ekonomi - / Selasa, 31 Mei 2011 14:23 WIB Metrotvnews.com, Tokyo: Industri Jepang mulai menggeliat setelah bencana gempa dan tsunami. Laporan terakhir pemerintah mengindikasikan industri manufaktur mulai menunjukan tanda-tanda pemulihan. Produksi pabrik meningkat hingga 1 persen pada April lalu setelah selama beberapa bulan menghadapi masalah dalam pasokan.
Karyawan di Jepang, diminta tak menggunakan jas
Karyawan di Jepang Diminta Tak Kenakan Jas Internasional / Sabtu, 4 Juni 2011 16:07 WIB Metrotvnews.com, Tokyo: Pekerja kantoran di Jepang diminta tak mengenakan jas tebal saat bekerja. Upaya itu untuk menghemat energi mesin pendingin atau AC selama musim panas tahun ini.
Certified...HR....?
CERTIFIED....HR...., YANG DISERTIFIKASI APANYA?
Kita tidak usah mempersoalkan dulu masalah legalitas lembaga penyelenggaranya, sebab diantara mereka yang menyelenggarakan training “certified” tersebut, bahkan ada yang bukan merupakan suatu lembaga, hanya merupakan per-orangan atau kumpulan per-orangan. Kompetensi apa yang mereka jamin akan dimiliki oleh peserta, sehingga mereka berani memberi predikat “certified”?. Padahal, kompetensi yang dibutuhkan untuk menjadi HR Manager yang mampu menjadi Business Strategic Partner, sungguh merupakan suatu cakupan kompetensi yang luas. Mereka harus mampu membangun SDM perusahaan menjadi tenaga kerja yang loyal dan produktif., Mereka harus mampu membangun suasana hubungan ketenagakerjaan yang tenang dan harmonis. Mereka juga harus mampu menciptakan HR System yang mampu memotivasi tenaga kerja agar tenaga kerja meningkatkan kompetensi dan prestasi kerjanya. Dan yang tidak boleh diabaikan adalah, seorang HR Manager harus mampu "memnage" para Manager lini. Apakah semua itu akan diperoleh melalui program training “certified” tersebut?.
Terakhir Diupdate (Senin, 03 September 2012 07:41)
Konsep buruh upah murah, justru bumerang bagi dunia usaha
Terakhir Diupdate (Jumat, 12 April 2013 21:41)
Amazing of KaizenAMAZING OF KAIZEN Oleh: Simon J. Sibarani
Jepang menjadi cemohan dan bahan tertawaan, barang hasil industri Jepang dicemooh sebagai barang tiruan, imitasi dan kuno, dan sebagainya. Mobil Mazda “kotak”, Suzuki “mini”, saat itu dianggap sebagai mobil mainan, dan hanya dilirik oleh orang-orang yang pengin punya mobil, tetapi duit cekak. Pengendara mobil Jepang pada waktu itu, umumnya mendapat cibiran dari pengendara mobil Eropah atau mobil Amerika, bahwa mobil Eropah atau mobil Amerikalah baru mobil beneran. Terakhir Diupdate (Selasa, 07 Juni 2011 08:43)
|
Etalase


Ahir ahir ini kita sering dibanjiri iklan dan informasi penyelenggaraan training berjudul Certified HR Profesional, Certified Human Capital Management, dan sebagainya. Terus terang, hal ini menggelitik hati kami, kok mereka memberi predikat “certified”?
Membaca judul diatas, mungkin saja banyak yang kaget. Pekerja kalau bisa diupah murah, kok menjadi bumerang bagi dunia usaha?. Sudah sejak lama, yang menjadi paradigma umum di Indonesia adalah, bahwa agar perusahaan mampu bersaing, harus menekan biaya tenaga kerja (labor cost), dan untuk itu kalau bisa, upah pekerja harus ditekan semurah mungkin. Paradigma ini bisa diterima dan menjadi keyakinan umum, adalah karena pada umumnya dunia usaha kita masih terbiasa berpikir untuk kepentingan sendiri-sendiri, jarang yang berpikiran luas pada saat berhadapan dengan perbedaan kepentingan. Terlebih lagi, sejak masa awal digalakkannya promosi penenaman investasi di Indonesia, yang menjadi slogan yang ditawarkan adalah buruh upah murah di Indonesia, Tetapi saya mau mengajak kita semua untuk berpikir, apakah memang benar demikian?
Pada era 60-an, Jepang mencoba bangkit dan memasuki pasar global untuk barang hasil industri, baik industri elektronik, otomotive dan lain sebagainya. Bagaimana respon dunia? 












