Hoshin Kanri : David H


Get the Flash Player to see this player.

time2online Extensions: Simple Video Flash Player Module
Indonesia HR Forum

In order to view this object you need Flash Player 9+ support!

Get Adobe Flash player
Joomla! Slideshow
Home Etalase

Industri Manufaktur Jepang mulai Pulih

Ekonomi - / Selasa, 31 Mei 2011 14:23 WIB

Metrotvnews.com, Tokyo: Industri Jepang mulai menggeliat setelah bencana gempa dan tsunami. Laporan terakhir pemerintah mengindikasikan industri manufaktur mulai menunjukan tanda-tanda pemulihan. Produksi pabrik meningkat hingga 1 persen pada April lalu setelah selama beberapa bulan menghadapi masalah dalam pasokan.

Analis mengatakan, laporan terakhir itu mengindikasikan peningkatan pada sektor manufaktur. Yoshimasa Maruyama dari Itochu Economic Research Institute mengatakan pemulihan sektor industri di Jepang akan kembali ke tingkat normal lebih cepat dari yang diperkirakan.

Selanjutnya...

 

Karyawan di Jepang Diminta Tak Kenakan Jas

Internasional / Sabtu, 4 Juni 2011 16:07 WIB

Metrotvnews.com, Tokyo: Pekerja kantoran di Jepang diminta tak mengenakan jas tebal saat bekerja. Upaya itu untuk menghemat energi mesin pendingin atau AC selama musim panas tahun ini.

Kampanye pemerintah itu disebut Super Coolbiz, berisi seruan agar para karyawan mengenakan baju yang pantas namun nyaman. Kaos berkerah dan celana olah raga diperbolehkan, bahkan jeans dan sandal juga diperkenankan dalam situasi khusus.

Gagasan itu pernah disampaikan Menteri Lingkungan Hidp Yuriko Koike pada 2005. Namun, gagasan itu digalakkan kembali setelah pembangkit nuklir Fukushima rusak akibat bencana gempa dan tsunami Maret 2011. Bencana itu membuat Jepang mengalami kelangkaan listrik.

Selanjutnya...

 

 

CERTIFIED....HR...., YANG DISERTIFIKASI APANYA?

Ahir ahir ini kita sering dibanjiri iklan dan informasi penyelenggaraan training berjudul Certified HR Profesional, Certified Human Capital Management, dan sebagainya. Terus terang, hal ini menggelitik hati kami, kok mereka  memberi predikat “certified”?

Kita tidak usah mempersoalkan dulu masalah legalitas lembaga penyelenggaranya, sebab diantara mereka yang menyelenggarakan training “certified” tersebut, bahkan ada yang bukan merupakan suatu lembaga, hanya merupakan per-orangan atau kumpulan per-orangan.

Kompetensi apa yang mereka jamin akan dimiliki oleh peserta, sehingga mereka berani memberi predikat “certified”?. Padahal, kompetensi yang dibutuhkan untuk menjadi HR Manager yang mampu menjadi Business Strategic Partner, sungguh merupakan suatu cakupan kompetensi yang luas. Mereka harus mampu membangun SDM perusahaan menjadi tenaga kerja yang loyal dan produktif., Mereka harus mampu membangun suasana hubungan ketenagakerjaan yang tenang dan harmonis. Mereka juga harus mampu menciptakan HR System yang mampu memotivasi tenaga kerja agar tenaga kerja meningkatkan kompetensi dan prestasi kerjanya. Dan yang tidak boleh diabaikan adalah, seorang HR Manager harus mampu "memnage" para Manager lini.

Apakah semua itu akan diperoleh melalui program training “certified” tersebut?.

Terakhir Diupdate (Senin, 03 September 2012 07:41)

Selanjutnya...

 
Penilaian Pengunjung: / 4
KurangTerbaik 

Membaca judul diatas, mungkin saja banyak yang kaget. Pekerja kalau bisa diupah murah, kok menjadi bumerang bagi dunia usaha?. Sudah sejak lama, yang menjadi paradigma umum di Indonesia adalah, bahwa agar perusahaan mampu bersaing, harus menekan biaya tenaga kerja (labor cost), dan untuk itu kalau bisa, upah pekerja harus ditekan semurah mungkin. Paradigma ini bisa diterima dan menjadi keyakinan umum, adalah karena pada umumnya dunia usaha kita masih terbiasa berpikir untuk kepentingan sendiri-sendiri, jarang yang berpikiran luas pada saat berhadapan dengan perbedaan kepentingan. Terlebih lagi, sejak masa awal digalakkannya promosi penenaman investasi di Indonesia, yang menjadi slogan yang ditawarkan adalah buruh upah murah di Indonesia, Tetapi saya mau mengajak kita semua untuk berpikir, apakah memang benar demikian?

Terakhir Diupdate (Jumat, 12 April 2013 21:41)

Selanjutnya...

 

AMAZING OF KAIZEN

Oleh: Simon J. Sibarani

Pada era 60-an, Jepang mencoba bangkit dan memasuki pasar global untuk barang hasil industri, baik industri elektronik, otomotive dan lain sebagainya. Bagaimana respon dunia?

Jepang menjadi cemohan dan bahan tertawaan, barang hasil industri Jepang dicemooh sebagai barang tiruan, imitasi dan kuno, dan sebagainya. Mobil Mazda “kotak”, Suzuki “mini”, saat itu dianggap sebagai mobil mainan, dan hanya dilirik oleh orang-orang yang pengin punya mobil, tetapi duit cekak. Pengendara mobil Jepang pada waktu itu, umumnya mendapat cibiran dari pengendara mobil Eropah atau mobil Amerika, bahwa mobil Eropah atau mobil Amerikalah baru mobil beneran.

Terakhir Diupdate (Selasa, 07 Juni 2011 08:43)

Selanjutnya...

 
Polls
Informasi yang dicari?
 
Kunjungan Sejak 1 Des '10
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday173
mod_vvisit_counterYesterday318
mod_vvisit_counterThis week1090
mod_vvisit_counterLast week2105
mod_vvisit_counterThis month8028
mod_vvisit_counterLast month10159
mod_vvisit_counterAll days151248

We have: 8 guests online
Your IP: 54.234.126.92
 , 
Today: Mei 23, 2013